1. Kesia-siaan.

    • Aku : Sudah berapa lama kau menginginkan ini semua terjadi di hidupku?
    • Dia : Hidupmu? Jangan lupakan, itu hidupku juga. Aku berhak atas hidupku. Berhak menentukan apapun yang akan terjadi dengannya. Kenapa kau ingin tahu?
    • Aku : Karena apa yang kau sebut dengan hidupmu itu adalah hidupku. Aku harus tahu akan kau apakan aku.
    • Dia : Seberapa besar keingintahuanmu?
    • Aku : Sebesar keinginanmu untuk menyembunyikannya dariku.
    • Dia : Baiklah. Aku menginginkan hidup yang lebih tenang. Jauh dari hiruk pikuk kegusaran yang selama ini selalu kau cari. Ingin membebaskan diri dari semua kegundahan yang telah kau timbulkan dari perbuatanmu selama ini.
    • Aku : Atas dasar apa kau berpikir kalau kau bisa mengambil alih hidupku?
    • Dia : Aku adalah kau. Kau adalah aku. Kalau kau berhak mengendalikan hidupmu, maka aku juga. Dan lagi pula, kepuasan apa yang kau dapat dengan memunculkan kekacauan yang kau sendiri tak bisa menanganinya?
    • Aku : Bukan urusanmu.
    • Dia : Jelas itu urusanku. Di dalam setiap perbuatan dan resikonya, kau menyertakanku. Kau membawaku ke setiap bahaya yang akan kau ambil. Kau pernah berpikir bahwa semua yang kau lakukan adalah kesia-siaan?
    • Aku : Kesia-siaan atau bukan, aku tak peduli. Yang kutahu adalah, aku benar-benar menikmatinya. Dengan setiap tetes darah yang mengalir di tubuhku, aku menikmati semua kesia-siaan itu. Mereka menjadi candu buatku, dan aku tak akan pernah bisa lepas dari mereka.
    • Dia : Baiklah. Sudah cukup waktumu dengan kesia-siaanmu itu. Kali ini, aku yang mengambil alih.
    • Aku : Kau pikir kau bisa?
    • Dia : Jelas bisa.
    • Aku : Kalau aku mati, tentu kau tak akan bisa melakukannya. Selamat tinggal.

About me

in life, things you want are nothing compared to things you need. bear that in mind.

www.gamblinginsider.ca