Lifeless life.. The unbreathable air.. And the bed of stone. Every second, since you are not here.
I’ve been waiting to love you. To love you as much as I can give, as much as I have.
I’ve been waiting for you. To be the one and only. The last to give scratches in my heart.
I’ve been looking for the moment to catch you. To be the man you’ll always run to every time you’re sad and glad.
I’ve been looking for a day for me to hand this heart to you. The day I know for sure that it worth any risk.
I’ve been looking for you. Every now and then. To be the other part of you. To be the rainbow of your life.
I’ve been searching for a peace of mind. A state that I can clearly state that you’re in my mind. Always.
I’ve been searching for the rainbow. To put it on the wall of my life. To make it brighter.
I’ve been searching for happiness. To make sure, the day I met you, would be the day we share ours. Together.
I’ve been looking for us.
-
"I’d love to spend my mortal time alone with you rather than living an endless life with stranger that I wish were you."
-
-
"Mencintaimu saja sudah susah. Membencimu, jauh lebih susah lagi."
-
"Rasa rindu menggelitik kalbu. Memainkan jemarinya dengan tekun di jiwa anak manusia. Mungkin dia bosan."
-
"Your love and life line dont depend on what others told you to. You told yourself what to do."
-
"I’m turning my back on you because you’ve never seen my face, not even once. I’m walking away because we were never together. me, to my past."
-
"Unconditional love? If you’re a God, I’d love to believe it. But human? You’re expecting something from the one you love, mostly unspoken."
-
Aku ingin.
Aku ingin :
- berhenti melangkah, sejenak; kemudian
- merenung sejenak tentang diriku sendiri; lalu
- sedikit berkhayal tentang apa yang akan kulakukan terhadap diriku; sambil
- memikirkan bagaimana cara terbaik untukku beranjak dari tempat ini; tanpa
- mengosongkan diriku; atau
- membuat diriku tersiksa dengan hal yang tak perlu; apalagi
- membiarkan orang lain untuk mengatur hidupku; tapi
- ada baiknya aku segera bergerak; karena
- hidup tak akan menungguku untuk melakukan sesuatu. -
"Hidup bukan melulu soal percintaan seperti yang kau bayangkan."
-
Hidupmu sudah berakhir
“Menyerahlah kalau memang sudah waktunya menyerah. Tak ada gunanya kau memaksakan dirimu untuk terus melawan apa yang kau sendiri tau kau tak akan pernah bisa melawan. Apa gunanya bagimu? Apa dengan terus melawan kau akan bisa menang? Hadapilah kenyataan kalau tak semua hal bisa kau hadapi. Dan akui juga, bahwa saat ini kau harus berlutut, mengakui kekalahanmu dan mulailah untuk memulai yang baru. Jangan paksakan dirimu melakukan sesuatu yang kau tak sanggup. Kau ingin mengubah segalanya? Ingat, kau bukan Tuhan. Bahkan Tuhan pun akan berpikir puluhan kali untuk mengubahmu. Kau terlalu bebal. Kau menghadapi semua hantu dari masa lalumu. Hal yang kau sepelekan, kau anggap kecil dan tak pernah kau perhatikan. Menyerahlah. Hidupmu sudah berakhir.”
Sebuah surat dariku, untuk diriku.