1. Surga

    Karena, mendapati kalian di sisiku ketika membuka mata di pagi hari adalah surga yang ada di bumi. Mari kita bangun dan mencintai hidup ini.

  2. Terima Kasih.

    Terima kasih anakku. Kau membuatku belajar untuk bisa mencintai dengan tulus.

  3. GKI Yasmin dan Markus 12 : 30

    “Kasihilah Tuhan, Allahmu 1 , dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu dan dengan segenap kekuatanmu.”

    Ini cuma penalaran sederhana tentang mengasihi Tuhan Allah. Bukan untuk dijadikan patokan, tapi setidaknya bias menjadi bahan perbandingan.

    Mari kita buat rinciannya.

    1. Kasihilah Tuhan Allahmu dengan segenap hatimu.

    Di sini kita dituntut untuk bisa mengasihi Allah dengan ketulusan, bukan dengan kepura-puraan yang sering kita keluarkan dari mulut kita. Mengasihi dengan hati, berarti mengasihi dengan kejujuran yang ada di dalam diri kita. Umpakan anda mengasihi kekasih anda, saudara anda, orang tua anda dan / atau siapapun itu. Apakah anda mengasihinya dengan mulut saja? Jika mereka tahu bahwa anda mengasihi mereka hanya dengan kepura-puraan, apakah itu akan membuat mereka senang? Tentu tidak. Anda harus mengasihi mereka dengan hati anda. Begitu juga dengan Tuhan Allah. Dia ingin kita mengasihi Dia dengan hati. Karena di hatilah kita murni. Dan lagi, Tuhan Allah kita melihat hati, bukan mulut atau perkataan.

    2. Kasihilah Tuhan Allahmu dengan segenap jiwamu.

    Percayakah anda ketika orang yang anda kasihi mengatakan bahwa anda adalah belahan jiwanya? Atau percayakah anda bahwa orang lain adalah belahan jiwa? Jika ya, anda tentu tahu bagaimana caranya mengasihi dengan jiwa. Setelah dengan hati, kita harus mengasihi dengan jiwa, dalam artian bahwa jiwa kita yang merupakan kesadaran rohani, mengakui bahwa ada bagian khusus di dalam dirinya yang memang ditujukan untuk pribadi tertentu. Itulah yang diharapkan Tuhan Allah dari kita. Dia ingin, entitas kesadaran rohani kita itu mengakui bahwa Tuhan Allah bertahta atas diri kita. Jika sudah demikian, maka apapun yang kita lakukan, tentu akan mempertimbangkan dampaknya ke seluruh tubuh kita. Dan ingat, tubuh kita ini bukan hanya daging saja.

    3. Kasihilah Tuhan Allahmu dengan segenap akal budimu.

    Kenapa kita dituntut untuk mengasihi dengan akal budi? Karena Tuhan Allah pun mau ketika kita mengasihi Dia, kita tidak mengabaikan semua kewajiban kita sebagai manusia dan berbagai peran yang telah diberikan kepada kita di dunia. Coba bayangkan ketika Tuhan Allah tidak meminta ini, tentu semua manusia akan memilih untuk pergi beribadah saja tanpa bekerja, tanpa merawat keluarga, tanpa memenuhi kebutuhan hidup, tanpa mematuhi peraturan yang sudah ada. Tanpa akal budi, semua ibadah yang kita lakukan hanya berujung pada kekacauan, atau paling tidak, kepincangan dalam kehidupan. Saya rasa, semua orang tak menginginkan hidup yang pincang.

    4. Kasihilah Tuhan Allahmu dengan segenap kekuatanmu.

    Apakah kekuatan yang dimaksud di sini adalah melakukan segalanya dengan kekerasan? Bukan. Maksud dari kekuatan di sini adalah, kemampuan kita. Kasihilah Tuhan Allah sampai dengan ujung kemampuan. Jangan memaksakan lebih dari itu, dan jangan pula memberikan kurang dari itu. Artinya, kita harus mengasihi Tuhan sesuai dengan apa yang telah dikaruaniakan kepada kita.

    Nah, sekarang kita udah melihat rincian semua bentuk kasih yang diinginkan Tuhan Allah dari kita. Sekarang, kalo kita lihat di kehidupan sehari-hari, banyak orang –termasuk saya- mengasihi Tuhan Allah tidak dengan keseluruhan detail yang diminta olehNya. Ada yang hanya melakukan satu, dua atau tiga.

    Contoh kasus : Masalah GKI Yasmin. Ya, saya akui bahwa mereka memang mengasihi Tuhan Allah dengan segenap hati dan jiwa. Saya bisa lihat dari bagaimana mereka rela dihina, dimaki bahkan diserang secara fisik karena imannya. Dan saya rasa, itu memang harga yang harus dibayar untuk mengasihi Tuhan Allah.
    Mereka juga sudah mengasihi Tuhan Allah dengan segenap kekuatan mereka. Di semua persidangan, mereka menang. Bahkan sampai tingkat Mahkamah Agung pun, GKI Yasmin menang dan memang berhak untuk mendirikan gereja di tempat yang dimaksud.

    Pertanyaan saya adalah, apakah mereka sudah mengasihi Tuhan Allah dengan akal budi mereka? Menurut saya pribadi, tidak. Mereka tahu bahwa mereka berhadapan dengan manusia bebal yang tidak akan mendengarkan akal budi. Mereka tahu kalau mereka berhadapan dengan manusia intoleran. Mereka tahu bahwa mereka berhadapan dengan manusia yang secara terang-terangan memang membuang pikiran mereka. Lantas kalau mereka sudah tahu akan itu, kenapa masih “berjuang” untuk mendirikan gereja di situ? GKI Yasmin sudah melakukan semua yang mereka bisa dan mereka mampu, ketika dihadapakan pada jalan buntu seperti sekarang, sudah, kebaskanlah debu yang ada di kakimu dan pergilah dari situ. Jangan lupakan bagaimana ketika Yesus mengutus ketujuhpuluh muridNya. Dia berpesan, jika ada rumah yang menolak kehadiranmu, maka pergilah, jangan tinggal berlama-lama. Di sinilah letak akal budi yang dimaksud oleh Tuhan Allah. Pakailah akal budi yang kita miliki. Jangan cuma menjadi pajangan.

  4. Mungkin Cuma Aku

    Mungkin cuma aku yang berpikir bahwa merindukan itu adalah sesuatu yang menyenangkan tapi juga menyakitkan. Menyenangkan, karena saat ini aku masih punya kau, untuk kurindukan. Menyakitkan, aku ingin memelukmu saat ini juga.
    Mungkin cuma aku yang berpikir bahwa merindukanmu adalah bentuk penyiksaan diri yang paling kunikmati. Seperti halnya rokok. Aku menikmati setiap tarikan asap yang kumasukkan ke dalam paru-paruku; demikian juga aku menikmati setiap resapan rindu yang kumasukkan ke dalam hatiku.
    Mungkin cuma aku yang berpikiran bahwa merindukanmu adalah salah satu caraku untuk menjaga kewarasan dan kesehatan jiwaku. Iya, dengan merindukanmu, aku tahu mana yang harus kuberikan untuk diriku, diriku dan diriku.Egois? Ya. Karena hanya kaulah satu-satunya di hidupku.
    Mungkin cuma aku satu-satunya yang berpikir bahwa merindukanmu adalah kelayakan yang harus kupertahankan, selamanya.

  5. "Aku bersumpah demi tanah yang selalu kupijak, demi udara yang selalu kuhirup, demi macet yang selalu kumaki; aku merindukanmu."
  6. "Bukan aku tak mau mengatakan betapa aku merindukanmu. Bukan pula karena aku tak merindukanmu. Hanya saja, aku tak menemukan kata yang tepat untuk menggambarkan betapa aku merindukanmu, sampai ke tiap tetes darahku."
  7. "Love last not for eternity. It lasts when people you love has started to look for someone new and better."
  8. "One of the best thing in my relationship is admitting that there’s something wrong in it. And we’ve always found a way out."
  9. "Jangan banyak membuang waktu di hadapan tembok dan berharap dia akan berubah menjadi pintu masuk.” -Mom"
  10. "If you’re about to break my soul, make sure that you break every piece of it and turn them to ashes."

About me

in life, things you want are nothing compared to things you need. bear that in mind.

www.gamblinginsider.ca