Aku mencintaimu dengan sebesar-besarnya egoku dan seberingas-beringasnya amarahku. Aku mencintaimu dengan sebusuk-busuknya dendamku dan dengan sekejam-kejamnya tanganku. Aku mencintaimu dengan selurus-lurusnya akal dan serumit-rumitnya hati.
-
-
It’s Going To Be Alright.
Let me see that little smile on your face. Show me, like the way you always did. For whatever things happened, you smile. And I smile, for your smiling.
Let me see that little smile on your face. The one you always show me when I reach the door to come inside. The excitement you always show me, to play and to laugh.
Let me see your smile, so I can rest my weary soul just for tonight. -
I Envy You, God.
I’m envying God for His hands are always upon you, for His eyes will never stop looking at you, for His ears are always listening to you. And for His amazing love, loving you. I’m envying God, that’s why I trust Him to take care of you, from the day you were born, till the day you die.
-
"Once I’m in love with you, forever I will be."
-
Tanpa Syarat
Bukannya aku tak ingin memeluk dan mengecupmu. Aku hanya takut tidurmu terganggu. Kau terlihat sangat lelah setelah kau menghabiskan hari dengan penuh semangat. Adakah aku di dalamnya?
Aku cuma bisa mengatakan bahwa aku menyayangimu, tanpa syarat apapun. Sekarang, dan selamanya. -
-
Selamat pagiku.
Iya.. Kali ini aku terbangun dengan senyumanmu. Mungkin ini yang namanya surga kecil. Menikmati dinginnya pagi dengan hangatnya senyummu yang masih terlelap. Biarkanlah kali ini aku menikmatinya dengan diam. Biarlah pagi ini, yang terucap hanya sebuah selamat pagi, dariku, untukmu.
-
aku suka semua yang ada disini. Iya aku tau, ini pernyataan di kolom pertanyaan :)
Mungkin apa yang terucap dan tertulis dari hati, akan lebih terasa daripada apa yang tertulis oleh khayal dan imajinasi. :)
-
Bergeraklah Selangkah Saja
Menjadi ayah itu adalah menjadi khawatir untuk anak yang kau tinggalkan di rumah, yang mungkin sedang sakit, tertawa, bersedih atau hanya diam saja.
Menjadi anak adalah melepaskan semua apa yang ada di pikiranmu, kadang tanpa memikirkan apa yang akan dirasakan oleh ayahmu, apa yang akan dipikirkannya dan apa yang akan dikhawatirkannya.
Menjadi ayah adalah menerima kutukan untuk selalu memikirkan anak yang telah kau minta dari Sang Pencipta. Menerima semua kutukan untuk berbahagia dan berduka.
Menjadi anak adalah menerima berkat berupa didikan. hiburan, kesenangan dan hukuman. Bukan. Bukan hanya untuk kesenangan dan kepuasan dagingmu. Untuk jiwamu. Yang diberikan oleh ayahmu.
Menjadi keduanya, mungkin akan membuatmu sedikit berpikir, bahwa hari-hari di dalam hidupmu adalah kesia-siaan, jika yang kau lakukan adalah meratapi dan menangisi semua berkat dan kutukan yang telah kau terima dan kau berikan. Cukup. Bergeraklah selangkah saja. Sedikit lebih maju daripada kemarin. -
Cerpen Autotext
Ce: (ˇ▼ˇ)-c<ˇ_ˇ)
Co: (¬_¬)ノ*(>˛<)
Ce: (” `з´)_,/*(x,☉”)
Co: ( ˘-˘)–o)`з΄)
Kemudian: ┐(‘o’┐)(┌’,’┐) ┐(˘–˘ )┌
Co: (♥_♥)
Ce: ┌П┐(►˛◄)┌П┐
Co: (-_-“)
Ce: ╰(◣﹏◢)╯
Co: m(_ _)m
Ce: (╯︵╰,)
Co: ———{—-(@ + ♫♪♫( ´▽`)
Ce: (⌒˛⌒ ) + (◦’⌣’)♥(‘⌣’◦)
Co: (っ˘з˘)っ
Kemudian: (˘⌣˘)ε˘`) + (✿◠‿◠)
